1.000 Orang Mengungsi Akibat Banjir Jayapura

Banjir Jayapura

Jakarta, Kabar Medsos – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua mencatat, sekitar 1.000 warga mengungsi akibat banjir di Kota Jayapura, Papua.

“Hingga Jumat sore (7/1), sedikitnya 1.000 warga mengungsi akibat kejadian ini,” kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi BPBD Papua Jonathan Koirewoa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/1).

Jonathan juga menjelaskan bahwa saat ini tim gabungan yang terdiri dari BPBD Papua, BPBD Kota Jayapura, Basarnas, TNI-Polri berupaya mengevakuasi dan memberikan penanganan darurat di lokasi.

Untuk sementara, posko penanganan darurat didirikan di BPBD Kota Jayapura. Selain itu, tim juga telah membangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak maupun mereka yang mengungsi.

Adapun, kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik, peralatan dan personel.

“Kondisi banjir yang masih menggenangi Pasar Youtefa dengan tinggi muka air berkisar 3 meter dan beberapa titik longsor menjadi kendala tersendiri dalam melakukan penanganan darurat,” ungkapnya.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, per Sabtu pagi (8/1), listrik yang sebelumnya padam kini sudah menyala kembali. Selain itu, berdasarkan pemantauan visual di lapangan, beberapa titik banjir sudah mulai berangsur surut.

“Namun demikian, ketinggian muka air masih berkisar antara 50-200 cm,” ujar Jonathan.

Lokasi terdampak meliputi Kampung Nolokla, Kampung Asei Kecil, Kampung Nendali yang terletak di Distrik Sentani Timur, Kelurahan Dobonsolo, Kampung Yahim, Perum Gajahmada, dan Kelurahan Hineklmbe di Distrik Sentani. Terdapat 38 kepala keluarga terdampak, di antaranya sebanyak 21 kepala keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

 

(km)

Bagikan di:

Related posts

Leave a Comment