15 Warga Korut Meninggal Akibat Demam Setelah Muncul Kasus Covid-19

Kim Jong-un

Jakarta, Kabar Medsos – Korea Utara melaporkan 15 orang meninggal dunia akibat demam setelah mengumumkan kasus pertama Covid-19.

Dilansir dari AFP, pada Minggu (15/5/2022) total kematian akibat demam ini mencapai 43 orang dari 820.620 kasus. Sedangkan, sebanyak 324.550 orang sedang dalam perawatan medis.

Negara segera menetapkan status darurat nasional parah dan memperketat lockdown di setiap kota dan kabupaten usai mengonfirmasi kasus pertama Covid-19 pada Kamis (12/5). Unit kerja, produksi, dan produksi ditutup selama Korut menetapkan penguncian nasional.

“Penyebaran penyakit berbahaya ini menjadi pergolakan terbesar negara kita sejak berdirinya Republik Rakyat Demokratis Korea,” ujar Kim Jong-un.

Korea Utara melaporkan temuan pertama Covid-19 yang menjadikan kasus pertama kalinya di Korea Utara sejak dunia dilanda pandemi dua tahun lalu.

Keesokan harinya, terkonfirmasi enam pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Satu dari enam pasien tersebut meninggal dunia karena dites positif Covid-19 sub-varian BA.2 dari Omicron.

Korea Utara lalu melaporkan 21 kasus kematian akibat demam pada Sabtu (14/5).

Pejabat tinggi Korea Utara lalu menggelar rapat besar-besaran pada hari yang sama. Mereka mendiskusikan distribusi obat-obatan dan cara lain untuk meminimalisir kematian.

Mereka terus mengupayakan jalan keluar di tengah keburukan sistem kesehatan yang terjadi.

Korea Utara juga tidak memiliki vaksin Covid-19 dan belum pernah mengadakan tes Covid-19 massal sama sekali selama ini.

Meski begitu, Kim Jong-un memastikan bahwa negaranya akan “belajar secara aktif” dari strategi China untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Bagikan di:

Related posts

Leave a Comment