Hanyutnya Ratusan Siswa SMPN 1 Turi Jogyakarta dan Jawaban Viral Pembina Pramuka

Netizen di media sosial sedang berduka atas kejadian hanyutnya siswa pramuka SMPN 1 Turi, Sleman, DI Yogyakarta. Bahkan nama sekolah ini sampai masuk trending topik Twitter.

Peristiwa hanyutnya ratusan siswa pramuka SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (21/2/2020), dalam acara susur sungai menuai sorotan warga jejaring sosial Twitter.

Dikutip dari SuaraJogja.id, hingga berita ini disusun, tragedi yang menewaskan 6 siswa dan beberapa hilang itu mendadak masuk ke trending topik Twitter dan Facebook.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak empat siswa SMPN 1 Turi, Sleman tewas terseret arus saat melakukan kegiatan susur Sungai Sempor di Kecamatan Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (21/2/2020).

Adapun jumlah siswa yang mengikuti susur sungai sebanyak 256 orang. Mereka terdiri dari 127 siswa kelas VII dan 129 siswa kelas VIII.

Kesaksian warga

Warga di sekitar lokasi Sunga Sempor memberikan kesaksian terkait hanyutnya ratusan siswa pramuka SMPN 1 Turi Sleman, DI Yogyakarta, dalam acara susur sungai.

Tartono, Kepala Dusun Dukuh, Donokerto, Turi, Sleman, lokasi yang dilewati Sungai Sempor mengungkapkan, kegiatan pramuka itu dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Sekira setengah jam kemudian, warga dikagetkan dengan kabar siswa tenggelam. “Warga langsung ke sungai semua,” kata Tartono seperti dikutip dari Harianjogja.com–jaringan Suara.com–, Jumat (21/2/2020).

Menurut dia, saat susur sungai berlangsung, lokasi kejadian hanya mengalami hujan gerimis. Namun cuaca di wilayah utara sungai hujan deras.

“Tiba-tiba ada air. Utara mungkin hujan,” kata Tartono. Ia menyebut air yang menyeret ratusan siswa itu berasal dari hulu.

Menurutnya, Sungai Sempor saat tak ada banjir hanya sedalams ekitar setengah meter. Namun saat ada banjir kedalaman mencapai hingga satu setengah meter.

Hingga berita ini diturunkan sejumlah siswa masih dilaporkan hilang dan ratusan lainnya ditemukan selamat meski sebagian mengalami luka-luka.

Viral Jawaban Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Ketika Diingatkan Warga Saat Lakukan Susur Sungai

Viral di Facebook jawaban pembina pramuka SMPN 1 Turi saat diingatkan warga.

Ratusan pelajar SMPN 1 Turi dikabarkan hanyut terseret arus saat melakukan susur sungai Sempor, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (21/2/2020) pukul 15.30 WIB.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengungkapkan kegiatan tersebut dilakukan oleh siswa kelas 7 dan 8.

“Sebanyak 257 orang melakukan penyusuran Sungai Sempor tanpa melihat kondisi cuaca,” ujar Agus kepada Kompas.com, Jumat (21/2/2020).

Para siswa hanyut terbawa arus akibat banjir bandang yang tiba-tiba datang.

Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban yang terseret arus Sungai Sempor.

Sebelumnya Jumat (21/2/2020) kemarin siswa SMP N 1 Turi melakukan sisir Sungai Sempor, Desa Donokerto, Kecamatan Turi.

Saat peristiwa terjadi banjir dengan aliran air yang deras mengakibatkan beberapa siswa hanyut dan tenggelam.

Hingga malam dini hari sudah ada tujuh siswa ditemukan oleh tim penyelamat.

Pencarian terus dilakukan dan menemukan dua siswa lagi.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito menjelaskan dari info yang ia terima jumlah keseluruhan peserta 249.

“Kemudian yang selamat 239,” ujarnya, Sabtu (22/2/2020).

Petugas akhirnya menemukan dua siswa lagi sekitar pukul 10.15 WIB dan 10.35 WIB.

Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar menuturkan dua orang siswa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Dua lagi baru ditemukan di Dam Lengkong dan dam Polowidi yang berjarak dua hingga tiga kilometer dari tempat kejadian pertama,” ungkapnya.

Warga Ingatkan Bahaya

Sementara itu, Dosen UGM Bagas Pujilaksono Widyakanigara meminta pihak sekolah mulai dari kepala sekolah hingga pembina Pramuka dipidanakan atas peristiwa ini.

Menurutnya, kejadian ini merupakan kecerobohan sekolah.

Hal itu diketahui melalui postingan yang diunggah oleh akun Facebook Bambang Supana, Jumat (21/2/2020).

 

“#PIDANAKAN KEPALA SEKOLAH SMP NEGERI TURI 1, SLEMAN yogyakarta.
#Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc., Lic.Eng., Ph.D.
UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA

#Salam berduka yang mendalam,
Berita hanyutnya beberapa murid SMP Negeri Turi 1 dan menelan korban jiwa, bukan musibah. Murni kebodohan, dan keteledoran Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka.

KEPALA SEKOLAH, GURU-GURU DAN PEMBINA PRAMUKA HARUS BERTANGGUNG JAWAB. JANGAN HANYA MINTA MAAF!

Musim hujan, anak didik disuruh susur sungai? Mengapa bukan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramukanya yang susur sungai? Otaknya dimana?

Saya dapat informasi, kalau acara susur sungai sudah diingatkan warga. Namun gurunya menjawab mati hidup ada di tangan Allah…guru goblog! Kenapa bukan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka SMP Negeri Turi 1 yang mati? Kenapa harus anak didik?

Pidanakan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka SMP Negeri Turi 1, Sleman.

Perlu ada evaluasi menyeluruh perihal pelaksanaan kegiatan pramuka di sekolah.

Saya sangat sedih dan berduka yang mendalam.

Terimakasih. Viralkan!

Yogyakarta, 2020-02-21
Hormat saya,
(KPH. BP. Widyakanigara),” tulis akun tersebut.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menurutkan tragedi ini menjadi pelajaran sangat mahal bagi Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyebut, peristiwa hanyutnya siswa SMPN 1 Turi Sleman yang terjadi di Sungai Sempor merupakan kecerobohan pihak sekolah.

Sebab, kegiatan susur sungai dilakukan saat musim hujan.

“Ya itu kecerobohan, artinya melaksanakan kegiatan-kegiatan di sungai pada saat musim hujan. Itu sangat berbahaya,” ujar Bupati Sleman Sri Purnomo saat ditemui di lokasi, Jumat (21/2/2020).

Menurut Bupati Sleman, saat musim hujan seharusnya kegiatan Pramuka dapat dilakukan di dalam sekolah.

“Tetapi ini mereka mengadakan kegiatan di luar lingkungan sekolah, berada di perairan. Ini kan sangat bahaya sekali,” ucapnya.

Terbukti, karena air sungai banjir mendadak, ada sebagian siswa yang dapat menyelamatkan diri.

Namun, ada yang tidak mampu menyelamatkan diri.

“Terbukti ada yang meninggal sejumlah enam anak,” jelasnya.

Sri Purnomo mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi agar tak ada kejadian yang sama terulang kembali.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sangat sedih dan prihatin atas insiden tersebut.

“Ikut berduka cita atas meninggalnya anak- anak dari SMPN 1 Turi di Kabupaten Sleman atas musibah pada waktu aktifitas menyusuri sungai,” ujarnya.

Sultan Hamengkubuwono X mengungkapkan duka dan menyayangkan adanya kegiatan susur sungai saat musim penghujan.

“Saya juga prihatin, kenapa justru musim hujan ada aktivitas menyusuri sungai,” tegasnya.

Selanjutnya, Sultan Hamengkubuwono X meminta pihak sekolah dan penyelenggara mampu bertanggungjawab penuh terkait tragedi tersebut.

“Saya mohon pimpinan sekolah bisa bertanggung jawab atas musibah ini. Itu saja yang bisa saya sampaikan, dengan sangat sedih dan rasa prihatin,” pungkasnya.

Bagikan di:

Related posts

Leave a Comment