Kementerian PUPR Akan Bangun Jembatan Lumajang-Malang yang Rusak Akibat Erupsi Semeru

jembatan gladak perak rusak

Jakarta, Kabar Medsos – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) berjanji akan membangun kembali Jembatan Gladak Perak (penghubung antara Lumajang dan Malang) yang terputus akibat awan panas letusan Gunung Semeru.

“Pasti PUPR akan membangun kembali jembatan ini karena tentunya jalur logistik utama dari Lumajang ke Malang,” ungkap Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian PUPR, Nazib Faizal melalui konferensi pers, Senin (6/12/2021).

Nazib menyatakan, membangun kembali Jembatan Gladak Perak tidaklah mudah. Sebab, panjangnya mencapai 129 meter. Namun, pihaknya memastikan telah menurunkan tim untuk melakukan desain dan merencanakan pembangunan ulang jembatan tersebut.

“Waktunya saya terus terang belum bisa menyampaikan sekarang karena memang tim sedang menganalisa di lapangan,” ujar Nazib.

Nazib menilai kondisi morfologi yang terbentang di Jembatan Perak cukup menantang. Akibatnya, pengerjaan jembatan itu terbilang tak mudah. Sebagai tahap awal mengerjakan, tim PUPR akan menerjunkan tim desain untuk merancang struktur bangunan terlebih dahulu.

Belum bisa dipastikan apakah pihaknya akan membangun jembatan darurat terlebih dulu atau tidak. Sebab, pengerjaan jembatan darurat juga menjadi pekerjaan yang menantang di lokasi tersebut.

“Apakah memungkinkan pakai jembatan sementara dulu. Karena memakai jembatan darurat ada keterbatasan. 129 meter adalah pekerjaan menantang. Karena ini jalur logistik utama,” jelas Nazib.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengaku berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memulihkan pembangunan di kawasan terdampak awan panas guguran erupsi Gunung Semeru. Salah satu infrastruktur yang akan dipulihkan adalah Jembatan Gladak Perak.

“BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk segera menangani ini,” ucap Suharyanto di Jembatan Gladak Perak, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Gunung Semeru mengeluarkan guguran awan panas pada Sabtu (4/12/2021). Sebanyak 22 orang meninggal dunia dan 27 orang masih dinyatakan hilang.

Total korban terdampak sebanyak 5.205 jiwa, tercatat 2.004 jiwa mengungsi di 19 titik. Selain berdampak pada korban jiwa, awan panas guguran juga merusak sektor pemukiman dan infrastruktur di beberapa kecamatan di Kabupaten Lumajang.

Data sementara menyebutkan, rumah terdampak berjumlah 2.970 unit, fasilitas pendidikan terdampak langsung 38 unit, jembatan putus 1 unit yakni Jembatan Gladak Perak.

Bagikan di:

Related posts

Leave a Comment