Modifikasi Mobil Antik

Dalam dunia modifikasi mobil, istilah restorasi pasti sangat familiar, terutama bagi pecinta mobil antik atau kuno. Restorasi biasanya dilakukan setelah membeli mobil kuno bekas untuk membuatnya tampak seperti baru kembali. Perbaikan-perbaikan biasanya banyak dilakukan baik pada badan mobil, interior, hingga mesinnya.

Restorasi mobil saat ini juga marak dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya mobil klasik yang turun di jalan serta banyaknya klub mobil klasik di Indonesia. Tak hanya itu, event mobil klasik pun juga semakin banyak. Trend ini membuat banyak orang makin familiar dengan keberadaan mobil klasik, bahkan yang dulunya sama sekali tidak melirik mobil klasik pun bisa jadi ikut masuk ke dunia mobil klasik.

Restorasi sendiri berasal dari kata restore dalam bahasa Inggris yang artinya adalah mengembalikan, memulihkan, atau memperbaiki. Sehingga restorasi adalah usaha memperbaiki dan mengembalikan mobil tersebut menjadi kondisi awal atau sedia kala. Usaha yang dilakukan beragam, bisa mengecat ulang, mengganti interior, memperbaiki mesin, dan lain sebagainya. Lalu, sebenarnya mengapa kebanyakan orang lebih suka melakukan restorasi?

Bagi pecinta mobil lawas, restorasi merupakan suatu investasi, begitu pun mobil lawas dan antik tersebut. Setelah membeli mobil lawas yang rata-rata kondisinya kurang baik, restorasi menjadi hal yang harus segera dilakukan. Perbaikan di sana-sini pasti perlu. Setelah mobil kembali dalam bentuk dan wujud yang sangat baik, tak ayal nilai jualnya akan tetap tinggi, bahkan lebih tinggi dari yang bisa diperkirakan. Hal ini juga sepadan dengan harga dan waktu yang dihabiskan untuk melakukan restorasi.

Selain karena investasi, sisi historis dan memori dari sebuah mobil juga bisa menjadi alasan melakukan restorasi. Mobil lawas biasanya memiliki sisi historis yang tinggi. Bisa jadi mobil tersebut adalah mobil keluarga yang dulunya merupakan kesayangan orang tua atau mobil itu bisa jadi mobil yang mengantar untuk mengenal pasangan hidup yang sekarang. Sisi nostalgia ketika melihat mobil bisa menjadi kepuasan tersendiri.

Mobil yang direstorasi biasanya merupakan mobil lama yang sudah tidak diproduksi kembali. Melakukan restorasi menjadi tantangan tersendiri. Terkadang, ketika membeli mobil tersebut, mobil dalam kondisi kurang baik sehingga perlu pembelian ulang beberapa onderdil. Untuk mendapatkan onderdil yang sesuai bahkan original, tak jarang perlu melakukan hunting bahkan sampai ke luar negeri.

Namun, dalam melakukan restorasi mobil perlu juga kesabaran dan ketelatenan serta biaya yang cukup besar. Bukan hanya biayanya yang besar, namun diperlukan juga biaya tak terduga yang sering muncul. Perawatannya juga khusus, tak bisa sembarangan, karena usia mobil yang biasanya sudah cukup tua. Maka dari itu ada beberapa tips dalam melakukan restorasi mobil sebagai berikut:

  1. Sebaiknya pilih mobil yang kondisinya masih bagus. Jika belum tahu bagaimana cara memilihnya, ajak teman yang paham mengenai mesin mobil. Pilih juga rangka mobil yang masih utuh dan bagus.
  2. Setelah itu, cari informasi mengenai mobil tersebut dari internet. Detail mobil tersebut harus dipahami. Banyak sekali informasi yang bisa didapat dari berbagai forum yang ada di internet.
  3. Bengkel pun harus dipertimbangkan karena tak semua bengkel bisa menangani mobil klasik. Cari montir yang benar-benar ahli menangani mobil jenis tersebut dan pertimbangkan juga mengenai biayanya.
  4. Bergabung di komunitas juga penting karena sesama pecinta mobil klasik biasanya memiliki informasi-informasi penting yang bisa dipelajari seperti tempat membeli onderdil murah atau cara perawatannya.

Melakukan restorasi mobil memang bukan hal yang sederhana dan mudah. Banyak yang harus didedikasikan: uang, tenaga, dan juga waktu. Namun, coba saja sensasi puasnya ketika mengendarai mobil lawas rasa baru hasil dari restorasi.

Bagikan di:

Related posts

Leave a Comment