Penuhi Janji, Biden Cabut Larangan Masuk dari Beberapa Negara Muslim

Jakarta, Kabar Medsos – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden langsung bergerak cepat setelah pelantikannya semalam. Ia membatalkan cukup banyak kebijakan administrasi yang Trump buat.

Selain itu, ia juga akan mengakhiri keadaan darurat nasional yang sejauh ini telah menguras jutaan dolar untuk membuat tembok perbatasan.

Salah satunya yakni mencabut soal larangan warga masuk AS untuk beberapa negara muslim.

Dengan kebijakan itu, Biden akan mewujudkan misi kampanyenya yakni memperkenalkan undang-undang imigrasi yang komprehensif dan mempertahankan program bantuan kepada imigran yang saat ini tinggal di AS.

Ia mengatakan bahwa kebijakan ini hanyalah awal dari kebijakan imigrasi lainnya yang akan diwujudkannya.

“Jalan masih panjang. Ini hanya tindakan eksekutif,” jelas Biden.

“Tapi kami akan membutuhkan undang-undang untuk banyak hal yang akan kami lakukan,”lanjutnya.

Di masa depan kebijakan ini termasuk akan memberikan kewarganegaraan bagi imigran yang tidak berdokumen tinggal di AS, memperbaiki sistem imigrasi AS, serta berinvestasi dalam teknologi perbatasan dan memberikan bantuan ke Amerika Tengah.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump melarang warga dari beberapa negara muslim yang mayoritas berada di Afrika untuk masuk ke Amerika Serikat.

Saat kebijakan tersebut diberlakukan oleh Trump, banyak warga asal negara itu berada dalam perjalanan di udara dan menimbulkan kehebohan di bandara karena visa mereka tidak berlaku di bandara.

Namun, kini Biden telah mencabut larangan tersebut. Ia juga menginstruksikan Departemen Luar Negeri untuk memulai kembali pemrosesan visa untuk negara-negara yang terdampak.

Saat ini Presiden baru AS telah menandatangani belasan perintah eksekutif untuk mengubah kebijakan yang dibuat Trump.

Biden mengambil tindakan ini tidak hanya untuk memulihkan kerusakan yang ditimbulkan dari pemerintahan Donald Trump, tetapi juga untuk mulai memajukan AS.

Donald Trump juga pernah melakukan hal yang sama, namun ia menemukan banyak penentangan atas perintahnya dan bahkan ditolak oleh pengadilan.

[km]

Bagikan di:

Related posts

Leave a Comment