PPKM Jawa-Bali Kembali Diperpanjang 2 Pekan, Daerah Level 1 Bertambah

PPKM Jawa-Bali Kembali Diperpanjang

Jakarta, Kabar Medsos – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali kembali diperpanjang mulai Selasa (16/11) hingga Senin (29/11).

Dengan adanya perpanjangan kali ini, daerah dengan PPKM level 1 bertambah lima kabupaten/kota. Sehingga, total keseluruhan menjadi 26 Kabupaten/Kota yang masuk level 1 dan 61 Kabupaten/Kota yang masuk pada Level 2.

“Dalam assesmen yang akan berlaku dalam dua minggu ke depan, terdapat penambahan Kabupaten/Kota yang masuk ke dalam Level 2 sebanyak 10 Kabupaten/Kota dan Level 1 sebanyak 5 Kabupaten/Kota,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/11).

“Hingga jumlah keseluruhan Kabupaten/Kota yang masuk ke dalam Level 1 menjadi 26 Kabupaten Kota, Level 2 menjadi 61 Kabupaten/Kota, dan Level 3 menjadi 41 Kabupaten/Kota. Terkait detail keputusan ini akan kembali dituangkan dalam Inmendagri,” lanjut Luhut.

Sebelumnya, PPKM Jawa-Bali diberlakukan pada 2-15 November. Sementara, PPKM di luar Jawa-Bali baru akan berakhir pada 22 November.

Meski demikian, Luhut kembali mengingatkan pentingnya kehati-hatian masyarakat bersama terhadap virus COVID-19. Sebab, menurutnya, ada indikasi peningkatan Rt (angka reproduksi efektif) yang menunjukkan peningkatan kasus di Jawa-Bali dalam sepekan terakhir.

Hal ini juga dapat terlihat dari beberapa Kabupaten Kota di Jawa Bali yang mulai mengalami peningkatan kasus dan perawatan mingguan.

Ia menjelaskan, di Jawa-Bali terdapat 29 persen Kabupaten/Kota yang mengalami peningkatan kasus dibandingkan minggu lalu dan 34 persen Kabupaten Kota yang mengalami peningkatan orang yang dirawat dibandingkan minggu lalu.

“Kehati-hatian harus dilakukan terutama untuk menghadapi Nataru (Natal dan Tahun Baru). Saat ini indikator Google Mobility yang memantau pergerakan masyarakat di Jawa Bali menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan di atas periode Nataru tahun lalu dan mendekati posisi periode Idulfitri pada Mei-Juni 2021,” ujarnya.

Menko Luhut juga meminta agar seluruh masyarakat tetap berhati-hati mengingat masih terdapat 47 persen Kabupaten/Kota di Jawa-Bali yang suntikan dosis pertama vaksinasi.

Selanjutnya, lansia masih di bawah 50 persen dan 75 persen Kabupaten/Kota di Jawa Bali yang suntikan vaksinasi dosis kedua-nya masih di bawah 50 persen.

“Lebih rinci lagi, masih ada 16 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali yang cakupan vaksinasi umum dan lansia dosis 1 yang masih di bawah 50 persen,” tutup Luhut.

 

(km)

Bagikan di:

Related posts

Leave a Comment