Presiden Janjikan Rumah Baru Untuk Keluarga 53 Awak Kapal Selam

Jakarta, Kabar Medsos – Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan pada hari Kamis bahwa pihak berwenang akan membangun rumah untuk para kerabat dari 53 Prjurit TNI AL awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam dan ditemukan di dasar Laut Bali Utara.

KRI Nanggala-402 buatan Jerman ditemukan di kedalaman hampir 840 meter (2.756 kaki) pada hari Minggu (25/4) setelah kehilangan kontak beberapa hari sebelumnya saat mempersiapkan latihan torpedo.

“Kami akan bangunkan rumah untuk Anda … Tempatnya kami mengikuti (keinginan) Ibu-ibu semua. Terserah. Bisa di Gresik, bisa Sidoarjo, atau di tempat lain,” kata Presiden Jokowi di Hanggar Lanudal Juanda, Jawa Timur, Kamis, 29 April 2021.

Jokowi mengatakan pekan ini bahwa pemerintah secara anumerta akan menaikkan pangkat militer kepada para Prajurit TNI AL awak kapal selam yang gugur dan akan membiayai pendidikan anak-anak mereka. Mereka akan diberi bintang jasa Jala Sena.

Presiden juga meminta Panglima TNI dan KSAL untuk mengatur mekanisme bantuan pendidikan anak-anak dari 53 awak KRI Nanggala-402. Negara menjamin pendidikan mereka hingga perguruan tinggi.

“Saya sampaikan kepada Panglima, kepada KSAL agar pengaturan dan manajemen mekanismenya semuanya diatur agar semuanya rapi,” ucap Jokowi.

Minggu ini, kerabat yang berduka berkumpul di berbagai bagian Indonesia untuk memberi penghormatan kepada para Prajurit yang gugur, dan mendesak pihak berwenang untuk mengangkat tubuh mereka dari dasar laut.

Indonesia Berduka - Kapa Selam KRI-Nanggala-402

Angkatan Laut Indonesia telah mencoba mencari cara bagaimana menyelamatkan sisa-sisa kapal selam tersebut.

Para ahli memperingatkan bahwa akan menjadi tugas yang tidak mudah untuk mengangkat kapal selam ke permukaan, membutuhkan peralatan penyelamatan khusus.

Laksamana Pertama Julius Widjojono, juru bicara angkatan laut, mengatakan pada hari Rabu (28/4) bahwa pihak berwenang sedang berkoordinasi dengan regulator energi negara untuk melihat apakah perusahaan memiliki peralatan untuk mengangkat bagian berat.

Pada hari sebelumnya, KRI Nanggala-402 hilang kontak saat latihan penembakan torpedo di perairan utara Bali pada Rabu dini hari, 21 April 2021.

Upaya pencarian dan penyelamatan Kapal Selam KRI Nanggala 402 telah dilakukan secara internasional yang melibatkan beberapa negara dengan menggunakan pesawat dan kapal angkatan laut khusus, termasuk dari Singapura, Australia, dan Amerika Serikat. Dimana upaya pencarian tersebut dilakukan untuk menemukan kapal selam jika masih utuh dan sebelum oksigen habis, yang diperkirakan oksigen akan habis pada hari Sabtu (24/4) pada pukul 03.00 dini hari.

Pada hari Minggu (25/4) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membenarkan bahwa Nanggala telah tenggelam dan semua awaknya telah meninggal atau gugur dalam tugas.

Sebanyak 53 Prajurit TNI AL awak Nanggala-402 dinyatakan gugur pada, 25 April 2021. Hal itu diperkuat dengan foto bawah laut yang diperoleh dari KRI Rigel dan Kapal Singapura MV Swift Rescue.

Bagikan di:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment