Tesla Producer Will Visit Indonesia to Discuss Investment in EV Components

Kabar Medsos – Tesla, the U.S. automaker, will send delegations to Indonesia next month to discuss potential investment in a supply chain for its electric vehicles, the government said on Saturday in a statement.

President Joko Widodo has touted Indonesia’s nickel reserves on a number of occasions, telling last month that “it’s very important because we have a great plan to make Indonesia the biggest producer of lithium batteries and we have the biggest nickel (reserves).”

The president and Luhut Pandjaitan, the coordinating minister for maritime and investment, were on a call with Tesla CEO Elon Musk on Friday to discuss “investment opportunities from electric vehicles company Tesla in Indonesia,” the ministry said.

Tesla did not immediately respond to a Reuters request for comment.

Luhut told last month that “there is a really good chance” that companies will want to invest in Indonesian nickel processing to cut costs.

Musk has said he is planning to offer a ‘giant contract for a long period of time” so long as the nickel is mined “efficiently and in an environmentally sensitive way”.

Indonesia is keen to develop a full supply chain for nickel at home, especially for extracting battery chemicals, making batteries and eventually building EVs.


Produser Tesla Akan Kunjungi Indonesia untuk Membahas Investasi pada Komponen EV

 

Kabar Medsos – Tesla, produsen mobil AS, akan mengirim delegasi ke Indonesia bulan depan untuk membahas potensi investasi dalam rantai pasokan untuk kendaraan listriknya, kata pemerintah pada Sabtu dalam sebuah pernyataan.

Presiden Joko Widodo telah beberapa kali memuji cadangan nikel Indonesia, mengatakan bulan lalu bahwa “ini sangat penting karena kami memiliki rencana besar untuk menjadikan Indonesia penghasil baterai lithium terbesar dan kami memiliki (cadangan) nikel terbesar.”

Presiden dan Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, melakukan panggilan telepon dengan CEO Tesla Elon Musk pada hari Jumat untuk membahas “peluang investasi dari perusahaan kendaraan listrik Tesla di Indonesia,” kata kementerian tersebut.

Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

Luhut mengatakan bulan lalu bahwa “ada peluang yang sangat bagus” bahwa perusahaan ingin berinvestasi dalam pengolahan nikel Indonesia untuk memangkas biaya.

Musk mengatakan dia berencana untuk menawarkan ‘kontrak raksasa untuk jangka waktu yang lama “selama nikel ditambang” secara efisien dan dengan cara yang peka terhadap lingkungan “.

Indonesia ingin mengembangkan rantai pasokan penuh nikel di rumah, terutama untuk mengekstraksi bahan kimia baterai, membuat baterai, dan akhirnya membangun EV.

Bagikan di:

Related posts

Leave a Comment